Bahaya Penyakit Paru Paru Basah

Penyakit paru-paru basah ( Legionnaires ) adalah suatu peradangan pada paru-paru yang disebabkan oleh kuan dari jenis legionella. Penyakit paru-paru basah ini biasanya menyebabkan demam, gerah dan batuh yang bisa kering atau berdahak. Ada juga penderita yang merasakan nyeri otot, sakit kepala, kurang nafsu makan, mudah capek dan menceret. Radang paru paru dapat membuat orang merasa amat sakit yang kebanyakan dapat disembuhkan namun ada juga yang akhirnya merenggut nyawa.

paru-paru basahPenyakit paru-paru basah ini sering menimpa manusia setengah umur keatas, terutama yang merokok atau menderita penyakit paru-paru menahun. Demikian juga orang-orang yang sistem ketahanannya tertekan oleh obat atau penyakit seperti kanker, kencing manis, kegagalan ginjal atau AIDS.

Penyebab Penyakit Paru-paru Basah

Penyebab dari penyakit ini adalah bakteri Legionella Pneumophilla dan spesies lainnya dari Legionella. Bakteri ini ditemukan di dalam sistem peraliran air dan bisa bertahan di dalam sistem penyejuk udara yang hangat dan lembabdi gedung-gedung perkantoran termasuk rumah sakit. Jika organisme ini menyebar melalui sistem penyejuk udara di hotel atau rumah sakit, maka bisa menyebabkan wabah yang luas.
Mulai dari timbulnya gejala, keadaan akan semakin memburuk pada 4-6 hari pertama, dan 4-5 hari kemudian mulai membaik. Kebanyakan infeksi menyerang usia pertengahan atau usia lanjut, meskipun juga dapat menyerang anak-anak. Pada anak-anak biasanya penyakit ini tidak terlalu berat.

Gejala Penyakit Paru-paru Basah

Gejala dari penyakit paru-paru basah biasanya akan timbul hal-hal sepert di bawah ini :
1. Sakit dan kaku otot.
2. Tidak bertenaga.
3. Nyeri persendian.
4. Demam.
5. Sakit kepala.
6. Merasa tidak enak badan.
7. Batuk kering.
8. Batuk darah.
9. Nyeri dada.
10. Sesak napas.
11. Diare.
12. Ataksia ( gangguan koordinasi ).
13. Menggigil.
Gejala lain terjadinya penyakit paru-paru basah yaitu berkurangnya nafsu makan dan berat baan yang terus menurun. Penderita paru-paru basah juga akan mengalami keringat dingin, terutama pada telapak tangan dan kaki. Dalam beberapa kasus, paru-paru basah juga dapat mengakibatkan perubahan pada warna kulit. Hal ini disebabkan karena kurangnya oksigen pada darah yang mengalir pada sekujur tubuh. Akibatnya warna kulit berubah dan terlihat keunguan. Jika gejala-gejala tersebut terjadi, solusi terbaik yaitu dengan memeriksakan diri ke dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Faktor Risiko Penyakit Paru-paru Basah

a. Faktor risiko terjadinya penyakit paru-paru basah diantaranya :
b. Merokok sigarret.
c. Penderita gangguan sistem kekebalan akibat kemoterapi.
d. Penyakit tertentu, misalnya gagal ginjal, diabetes, kanker atau penyakit paru obstruktif ( menahun ).
e. Usia pertengahan atau usia lanjut.
f. Alkoholik.

Cara Menghindari Paru-paru Basah

1. Jauhi Alkohol
Alkohol bisamemicu timbulnya berbagai macam penyakit. Minum-minuman yang mengandung alkohol mutlak Anda hindari jika ingin terbebas dari penyakit berbahaya termasuk paru-paru basah.
2.  Menghindari rokok
Bagi perokok, menghentikan kebiasaan merokok merupakan hal berat. Namun rokok juga telah terbukti menjadi sumber berbagai penyakit mulai dari yang ringan sampai yang ganas. Timbulnya paru-paru basah juga bisa disebabkan karena menghisap rokok. Jika Anda ingin terhindar dari penyakit paru-paru basah, sebaiknya jauhi rokok mulai dari sekarang. Meskipun terasa berat, namun jika dilakukan dengan tekad yang kuat pasti akan berhasil.
3. Jaga kebersihan
Menjaga kebersihan merupakan kewajiban Anda, terutama kesehatan tangan. Sebab tangan bisa menjadi perantara masuknya mikroorganisme ke dalam tubuh sehingga menyebabkan paru-paru basah.
Jika Anda mengalami penyakit paru-paru basah, cara terbaik untuk mengobatinya yaitu dengan memeriksakan diri ke dokter. Minum obat paru-paru sesuai anjuran dokter untuk mengobati paru-paru basah Anda. Lakukan pemeriksaan secara rutin sampai dokter menyatakan sembuh pada pneumonia yang Anda alami.

Kunjungi juga artikel menarik kami yang lainnya di Mengenal Penyebab Penyakit Bronkitis dan Gejalanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *